Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi para petani di kawasan Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali, ketersediaan air pada musim kemarau menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Kini, pemanfaatan energi surya dan mikrohidro menghadirkan solusi bagi petani untuk mengoptimalkan pengairan sawah sekaligus menekan biaya operasional pertanian. "Sebelum ada SIUMA, kami sering mengalami keterbatasan pasokan air untuk mengairi sawah, terutama saat musim kemarau. Sekarang, dengan adanya teknologi sensor kelembaban tanah yang didukung listrik dari mikrohidro, kami dapat mengetahui lahan mana yang membutuhkan air dan mana yang sudah cukup. Dengan begitu, penggunaan air menjadi lebih tepat sasaran, efisien, dan tidak terbuang sia-sia," ungkap Wayan Sukadana (47), Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Teti Purwanti. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384542/original/042003700_1793175418-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_13.00.56__2_.jpeg)