Terungkap! Ini Daftar Investor Raksasa di Perusahaan AI Terbesar Dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah raksasa teknologi, perusahaan investasi, hingga miliarder tercatat menjadi investor di Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan (AI) pengembang chatbot Claude.
Dukungan pendanaan dari nama-nama besar tersebut mendorong valuasi Anthropic melonjak melalui sejumlah putaran pendanaan. Sebagaimana diketahui, pada awal bulan ini valuasi Anthropic sudah mencapai US$965 miliar atau sekitar Rp17.000 triliun
Melansir laporan Reuters, Rabu (28/10/2026), Anthropic berhasil menarik keyakinan investor dalam jumlah besar.
Rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) perusahaan ini juga menjadi batu loncatan untuk melihat apakah antusiasme terhadap pemimpin industri AI turut meluas ke investor di luar Silicon Valley.
Amazon menjadi salah satu investor utama Anthropic. Perusahaan e-commerce tersebut telah menginvestasikan sedikitnya US$13 miliar dan pada April menyepakati tambahan investasi hingga US$20 miliar.
Sebagai bagian dari kerja sama, Anthropic berkomitmen membelanjakan lebih dari US$100 miliar untuk layanan komputasi awan Amazon selama 10 tahun.
Alphabet, induk Google, juga berkomitmen menggelontorkan investasi hingga US$40 miliar kepada Anthropic, termasuk investasi awal US$10 miliar yang diumumkan pada April.
Kerja sama ini memberi Anthropic akses ke infrastruktur komputasi awan dan cip AI Google untuk melatih serta menjalankan model Claude.
Di luar raksasa teknologi, sejumlah perusahaan modal ventura dan manajer investasi turut mendanai Anthropic. Spark Capital misalnya yang memimpin putaran pendanaan Seri C senilai US$450 juta pada Mei 2023. Mitra umum perusahaan tersebut, Yasmin Razavi, kemudian memperoleh perwakilan di dewan direksi Anthropic.
Lightspeed Venture Partners memimpin pendanaan Seri E senilai US$3,5 miliar pada Maret 2025. Perusahaan ini kemudian bersama investor lain memimpin putaran Seri F senilai US$13 miliar pada September 2025, ketika valuasi Anthropic mencapai US$183 miliar.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Intan Rakhmayanti Dewi. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/3288486/original/088659700_1604588669-20201105_213526.jpg)