Tekanan Inflasi Mengkhawatirkan, Ekonom Ramal BI Rate Naik Bulan Ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Data inflasi Indonesia pada Oktober 2026 membuat kalangan ekonom khawatir, karena berisiko terus memburuk ke depannya, hingga membuat gangguan aktivitas ekonomi di dalam negeri dan mendorong Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate.
Tim Ekonom BCA dalam Monthly Economic Briefing mengungkapkan, risiko tekanan inflasi yang berlanjut ini terlihat dari komponen inti yang terus naik andilnya, jika mengenyampingkan harga emas yang tengah melandai.
Secara tahunan (YoY) Badan Pusat Statistik (BPS) memang mencatat inflasi inti melandai menjadi 2,56% YoY dari sebelumnya 2,84% YoY, terutama mencerminkan melambatnya pertumbuhan harga emas secara tahunan.
Namun, kontribusi inflasi inti (tidak termasuk emas) terus menunjukkan tren kenaikan, meningkat dari 1,38% YoY menjadi 1,42% YoY, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan kredit diperkirakan tetap kuat.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Arrijal Rachman. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4533604/original/083843100_1691671002-PTPP_2.jpg)


