CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Tekanan Inflasi Mengkhawatirkan, Ekonom Ramal BI Rate Naik Bulan Ini

Tekanan Inflasi Mengkhawatirkan, Ekonom Ramal BI Rate Naik Bulan Ini
Foto: Harga sejumlah bahan pangan mengalami lonjakan pada awal pekan, Senin (2/11/2026) hari ini. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Data inflasi Indonesia pada Oktober 2026 membuat kalangan ekonom khawatir, karena berisiko terus memburuk ke depannya, hingga membuat gangguan aktivitas ekonomi di dalam negeri dan mendorong Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate.

Tim Ekonom BCA dalam Monthly Economic Briefing mengungkapkan, risiko tekanan inflasi yang berlanjut ini terlihat dari komponen inti yang terus naik andilnya, jika mengenyampingkan harga emas yang tengah melandai.

Secara tahunan (YoY) Badan Pusat Statistik (BPS) memang mencatat inflasi inti melandai menjadi 2,56% YoY dari sebelumnya 2,84% YoY, terutama mencerminkan melambatnya pertumbuhan harga emas secara tahunan.

Namun, kontribusi inflasi inti (tidak termasuk emas) terus menunjukkan tren kenaikan, meningkat dari 1,38% YoY menjadi 1,42% YoY, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan kredit diperkirakan tetap kuat.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Arrijal Rachman. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda