Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,9% di tengah memburuknya kondisi global. Meski demikian, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai volatilitas rupiah relatif lebih baik dibandingkan mata uang negara lain, di tengah tekanan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan imbal hasil obligasi AS, dan konflik geopolitik.
Dalam paparan di Rapimnas Kadin 2026, Kamis (29/10/2026), Destry mengakui tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari kondisi pasar global yang semakin tidak menentu. Sejumlah mata uang negara berkembang juga mengalami koreksi akibat meningkatnya ketidakpastian.
"Hari ini kita agak sedikit menguat, kita berada di depresiasi sekitar 7,9 persenan, posisi hari ini, tapi kalau bicara volatilitas, rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang lain," ujar Destry.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.



