Rupiah Melemah ke 18.149 per Dolar AS, Investor Menanti Data Inflasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin, (2/11/2026). Analis prediksi, investor menantikan data ekonomi domestik akan mempengaruhi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun dua poin atau 0,01% menjadi 18.149 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 18.147 per dolar AS.
"Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan,” ujar Analis Doo Financial Lukman Leong.
Inflasi diprediksi sedikit naik dari 3,28% ke 3,3%, sedangkan neraca perdagangan diprediksi surplus US$ 1,9 miliar.
Di samping itu, sentimen lain berasal dari harga minyak dunia yang turun seiring harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS dengan Iran.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Agustina Melani. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)


