Rupiah Hari Ini Sentuh 18.119, Hasil Pemilu AS Membayangi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
Untuk yield obligasi pemerintah Indonesia sendiri mengalami penurunan di seluruh tenor pada perdagangan Kamis, 5 November 2026 didukung oleh membaiknya sentimen risiko di pasar keuangan global serta berlanjutnya penurunan harga minyak dunia.
Yield obligasi pemerintah benchmark tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing turun sebesar 20 basis points (bps), 8 bps, 2 bps, dan 7 bps menjadi 7,38%, 7,66%, 7,73%, dan 7,69%.
Sementara itu, aktivitas perdagangan obligasi pemerintah meningkat, tercermin dari kenaikan total volume transaksi menjadi Rp 25,9 triliun dari Rp 19,46 triliun pada perdagangan sebelumnya.
“Namun demikian, kepemilikan investor asing pada obligasi pemerintah Indonesia tercatat turun sebesar Rp 0,68 triliun menjadi Rp 915 triliun per 4 November 2026, setara dengan 12,97 persen dari total outstanding,” ujar Josua.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Agustina Melani. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)