Harga Emas Pegadaian 6 November 2026: Emas Antam Tembus Rp 2,6 Juta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
Menurut perangkat FedWatch dari CME, para pelaku pasar saat ini melihat peluang sebesar 66% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil. Para investor juga tengah menantikan laporan non-farm payrolls (data ketenagakerjaan di luar sektor pertanian) Amerika Serikat yang akan dirilis pada Jumat, sebagai petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan bank sentral.
"Data ketenagakerjaan belakangan ini cukup fluktuatif, dan harga emas bisa saja rentan jika angka yang muncul lebih kuat dari perkiraan. Hal ini kemungkinan akan mengonfirmasi kenaikan suku bunga pada bulan Desember yang memang sudah sangat diantisipasi," ujar pedagang logam independen, Tai Wong.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Agustina Melani. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463605/original/008821600_1767665147-1000198866.jpg)
