'Ratu' Korut Buka Suara soal Tuduhan Hack Binance Rp 114 T

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) dengan tegas menolak tuduhan Amerika Serikat (AS) yang mengaitkan Pyongyang dengan peretasan Binance senilai US$ 6,3 miliar (Rp 114 triliun). Media pemerintah melaporkan bahwa mereka mengecam keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah provokasi politik yang berat.
Mengutip CNBC International, Selasa (3/11/2026), saudara perempuan Pemimpin Kout, Kim Yo Jong, langsung bereaksi atas klaim tersebut. Ia mengecam laporan Biro Investigasi Federal (FBI) yang mengaitkan serangan siber tersebut dengan kelompok peretas yang terafiliasi dengan Korea Utara, TraderTraitor.
"FBI mencoba mencap DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) sebagai 'negara penjahat siber'," kata Kim.
"Mengklaim bahwa mereka memperoleh informasi bahwa sebuah organisasi peretasan yang 'didukung' oleh DPRK terlibat dalam insiden tersebut," paparnya.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh tps. Hak cipta artikel milik penerbit.



