Potensi Banjir dan Longsor, BNPB Beberkan Langkah Mitigasi untuk Pemda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425609/original/068668100_1764232311-3.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Imbauan ini disampaikan menyusul peralihan risiko bencana dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan menuju musim penghujan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan masa transisi tersebut perlu diantisipasi karena dinamika cuaca berlangsung singkat dan intensif akibat variabilitas iklim.
"Rekan media sekalian, saat ini Indonesia memasuki masa transisi risiko kebencanaan dengan tantangan kebencanaan nasional. Dari risiko karhutla dan kekeringan ke hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, dan cuaca ekstrem. Dinamika cuaca sangat singkat dan intens," ujar Berton dalam siaran pers melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2026).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Alya Putri Agustina. Hak cipta artikel milik penerbit.



