Fenomena inversi suhu di gunung, saat puncak justru lebih hangat

Jakarta (ANTARA) - Pendaki gunung biasanya mengira suhu udara akan semakin dingin seiring bertambahnya ketinggian. Namun, dalam kondisi tertentu, situasi tersebut justru bisa berbalik. Area lembah atau kaki gunung terasa lebih dingin, sementara kawasan yang lebih tinggi, termasuk punggungan dan puncak, justru memiliki suhu lebih hangat.
Fenomena tersebut dikenal sebagai temperature inversion atau inversi suhu. Kondisi ini cukup menarik karena berlawanan dengan pola suhu udara yang umumnya menurun ketika ketinggian bertambah.
Lantas, mengapa inversi suhu bisa terjadi di kawasan pegunungan?
Apa itu inversi suhu?
Inversi suhu merupakan kondisi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian dalam lapisan atmosfer tertentu. Situasi ini berbeda dari kondisi normal, ketika udara cenderung semakin dingin di tempat yang lebih tinggi.
Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Raihan Fadilah. Hak cipta artikel milik penerbit.



