Populasi Lansia China Membludak, Apa Dampaknya ke Ekonomi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2557550/original/081162600_1545966896-China.jpg)
Populasi lansia China bertumbuh akibat beberapa faktor, termasuk urbanisasi pesat dan kebijakan satu anak yang kontroversial, yang berlaku dari 1980-2015.
Strategi ini, yang dibuat untuk mengontrol pertumbuhan laju populasi China, diestimasikan oleh pemerintah telah mencegah sekitar 400 juta kelahiran sejak dimulai, meski angka ini telah dipersengketakan.
Mu mengatakan, kebijakan ini memiliki peran besar dalam mengurangi populasi, sehingga artinya lebih sedikit orang muda yang bisa menanggung keluarga lansianya.
Pun begitu, Beijing kesulitan untuk mendorong pasangan untuk memiliki lebih banyak anak, dan tingkat kelahiran mencapai angka terendah dalam sejarahnya.
Faktor lain yang bisa memengaruhi hal ini adalah pergeseran peran gender, biaya hidup yang kian tinggi, dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yang semuanya memberikan tekanan terhadap angka kelahiran, menurut Mu.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Cahya Alena Fauza. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442515/original/050027400_1765541057-TASPEN_1.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261007/original/080183600_1781673033-Menteri_Koperasi__Ferry_Juliantono-17_Juni_2026a.jpeg)