Puluhan Tahun Tak Berubah, Taspen Kaji Kenaikan Iuran ASN
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442515/original/050027400_1765541057-TASPEN_1.jpg)
Di sisi kinerja keuangan, Taspen membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 1,04 triliun pada 2025, terkoreksi dari Rp 1,24 triliun pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama Taspen, Rony Hanityo Aprianto menjelaskan, penurunan laba bukan disebabkan oleh kegagalan investasi, melainkan keputusan perseroan memperbesar alokasi pencadangan penurunan nilai (impairment) hingga Rp 1,82 triliun pada 2025, melonjak dibanding 2024 yang tercatat Rp 288 miliar.
Pencadangan ini disiapkan sebagai langkah konservatif untuk mengantisipasi potensi risiko pada sejumlah instrumen obligasi BUMN karya yang sedang menghadapi tantangan.
"Sebagai bentuk kehati-hatian dan konservatif kita dalam mengelola Taspen, ada satu pos yang mengurangi laba cukup tinggi yaitu pos impairment," tegas Rony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arief Rahman Hakim. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)


