CNN Indonesia Bacaan 3 menit

SMF Perluas Pembiayaan Hunian Lewat FLPP, Sekuritisasi, dan Sewa-Beli

SMF Perluas Pembiayaan Hunian Lewat FLPP, Sekuritisasi, dan Sewa-Beli
Foto: Arsip. PT. SMF

Kebutuhan rumah layak di Indonesia saat ini masih berhadapan dengan tantangan besar. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, angka ketimpangan kepemilikan rumah (backlog) mencapai 9,6 juta unit, sementara kebutuhan rumah layak huni mencapai 23,4 juta unit.

Kondisi ini makin kompleks karena 59,4 persen tenaga kerja berada di sektor informal yang kerap kesulitan mengakses KPR bank formal. Di sisi lain, perbankan memiliki masalah maturity mismatch-situasi, yakni penyaluran KPR bertenor panjang hingga 20 tahun dengan sumber dana perbankan didominasi simpanan jangka pendek.

Hal ini tercermin dari rendahnya rasio KPR terhadap PDB Indonesia yang baru berada di angka 3,19 persen pada triwulan I tahun 2026.

Lanjutkan membaca di CNN Indonesia

Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh PT SMF. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda