Perang Makin Canggih, Bisnis Senjata Jadul Ternyata Masih Laris

Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi drone dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan cepat mengubah wajah peperangan modern. Namun, permintaan tank, jet tempur, dan berbagai peralatan militer konvensional lainnya masih tetap kuat.
Melansir CNBC, Sabtu (7/11/2026), laporan kinerja keuangan terbaru dari perusahaan pertahanan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa menunjukkan bahwa senjata konvensional masih menjadi pendorong pertumbuhan tahunan, di tengah melonjaknya permintaan terhadap sensor canggih, sistem otonom, dan teknologi penangkal drone.
Alih-alih menggantikan produsen senjata tradisional, kemunculan drone dan peperangan berbasis sistem otonom justru menciptakan peluang bisnis baru bagi banyak perusahaan yang sama.
Lockheed Martin mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 24% dari bisnis rudalnya pada kuartal III/2026. Sementara itu, RTX berhasil mengamankan kontrak bernilai miliaran dolar untuk sistem rudal yang telah lama dikembangkan.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Annisa Rini. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377553/original/055306300_1792469173-1000479463.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571521/original/040751000_1777629056-576156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4753923/original/009506200_1708950260-20240226-Pelemahan_Rupiah-ANG_5.jpg)