Liputan6 Bacaan 1 menit

Partai Republik Kalah, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas ke Bawah US$ 90

Partai Republik Kalah, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas ke Bawah US$ 90

Meski demikian, analis energi CIBC, Rebecca Babin, menilai penurunan harga minyak berpotensi berlebihan.

Menurut dia, pasar saat ini bereaksi cepat tanpa mempertimbangkan seluruh faktor secara matang karena emosi investor masih tinggi setelah hasil pemilu yang mengejutkan.

Banyak pengamat sebelumnya memperkirakan kemenangan besar Demokrat justru akan mendorong Trump meningkatkan eskalasi konflik dengan Iran.

“Pernyataan Vance dan minimnya dukungan terbuka dari sekutu utama telah menggugat asumsi tersebut,” ujar Babin.

Namun, Presiden Rapidan Energy sekaligus mantan penasihat Presiden George W. Bush, Bob McNally, memperingatkan risiko eskalasi militer di kawasan masih lebih besar.

“Iran telah memperkuat sikapnya yang tidak mau berkompromi,” kata McNally.

“Trump, yang kini telah membayar harga politik sangat besar atas tekadnya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, kecil kemungkinan akan meninggalkan tujuan besar yang menjadi warisannya tersebut dan begitu saja mundur,” pungkasnya.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda