CNN Indonesia Bacaan 3 menit

Lutut Bengkak Sejak 18 Bulan, Anak Ini Ternyata Idap Penyakit Serius

Lutut Bengkak Sejak 18 Bulan, Anak Ini Ternyata Idap Penyakit Serius
Ilustrasi. Dikira cedera akibat aktivitas bermain, seorang anak berusia 18 bulan ternyata malah mengidap juvenile idiopathic arthritis (JIA). (istockphoto/Galeanu Mihai)

Seorang ibu bernama Emily Hughes di Australia mencurigai lutut putrinya, kini berusia 4 tahun, yang bengkak. Meski dokter sebelumnya bilang tak ada yang perlu dikhawatirkan, ia mencari opini lain dan menemukan diagnosis yang mengagetkan.

Sang putri, Scarlett Hughes, awalnya mengalami bengkak pada lutut yang dikira akibat aktivitas bermain. Namun ternyata itu merupakan tanda awal juvenile idiopathic arthritis (JIA), atau radang sendi idiopatik juvenil.

"Pekerjaan saya berkaitan dengan para atlet, jadi saat melihat lutut yang bengkak pada seorang anak berusia 18 bulan, saya berpikir, 'Wah, aneh sekali,'" ujar Emily, seperti dilansir People.

Ia mendeteksi kondisi ini pada akhir 2023 sesaat sebelum Natal. Karena Scarlett dikenal aktif, ia sempat menduga pembengkakan itu akibat anaknya banyak melompat dan memanjat. Saat itu, Scarlett tampak sehat dan berenergi. Emily pun memilih memantau kondisinya.

Namun, pembengkakan tak kunjung hilang hingga Januari. Emily dan pasangannya, Darrell, kemudian membawa Scarlett ke ahli osteopati. Dalam pemeriksaan, Scarlett juga kesulitan meluruskan salah satu siku, meski tidak terlihat kesakitan.

Hasil pemeriksaan awal belum menunjukkan jawaban jelas. Menurut Emily, seorang dokter mengatakan tidak ada masalah, sedangkan dokter keluarga mereka menyebut hasil darah tampak baik, meski ada sedikit peningkatan pada beberapa indikator.

Kondisi Scarlett memburuk pada Februari. Lututnya makin bengkak, terasa panas dan nyeri, hingga ia tidak mau menumpu berat badan. Keluarga segera membawanya ke Royal Children's Hospital di Melbourne.

Dokter awalnya mencurigai artritis septik, yakni infeksi serius pada sendi. Mereka melakukan prosedur untuk membersihkan sendi yang terdampak, tetapi penyebab gejalanya belum ditemukan.

Selama beberapa bulan berikutnya, spesialis penyakit infeksi dan ortopedi memeriksa Scarlett. Pemeriksaan juga menemukan adanya fusi pada sendi sikunya.

Lanjutkan membaca di CNN Indonesia

Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda