Apakah Kucing Liar bisa Menularkan Penyakit ke Manusia?

Pernahkah Anda melihat kucing liar berkeliaran di sekitar rumah, pasar, atau tempat makan? Meski terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala tertentu, kucing tersebut tetap berpotensi membawa kuman penyebab penyakit.
Lantas, apakah kucing liar bisa menularkan penyakit ke manusia hanya melalui sentuhan, atau penularannya membutuhkan kontak tertentu?
Sebenarnya, risiko penularan dapat terjadi melalui gigitan, cakaran, kotoran, hingga parasit yang dibawa kucing. Beberapa penyakit bahkan bisa menular ketika seseorang membersihkan tanah yang terkontaminasi kotoran kucing.
Karena itu, mengenali cara penularannya penting agar Anda dapat tetap waspada tanpa harus menyakiti hewan tersebut. Simak jenis penyakit yang perlu diwaspadai dan cara melindungi diri saat berada di sekitar kucing liar.
Apakah kucing liar bisa menularkan penyakit ke manusia?
Kucing liar memang dapat menularkan penyakit kepada manusia. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kucing dapat membawa kuman berbahaya meskipun terlihat sehat dan bersih. Risiko penularan bergantung pada jenis kuman serta cara seseorang berkontak dengan kucing atau lingkungan yang terkontaminasi.
Kajian yang diterbitkan dalam ASM Journals menjelaskan bahwa penyakit dari kucing dapat menyebar melalui beberapa jalur, seperti gigitan, cakaran, kontak langsung, kotoran, dan perantara seperti kutu atau caplak.
Jenis penyakit yang dapat ditularkan kucing liar
Ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai ketika beraktivitas di sekitar kucing liar. Berikut di antaranya.
1. Penyakit cakaran kucing (cat scratch disease)
Infeksi ini dapat terjadi setelah cakaran kucing merusak permukaan kulit. Gejalanya dapat berupa benjolan di area luka, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
2. Rabies
Virus rabies berisiko menular melalui gigitan atau kontak air liur hewan yang terinfeksi dengan luka terbuka atau selaput lendir. Gigitan dari kucing liar yang status vaksinasinya tidak diketahui perlu segera mendapat penilaian medis.
3. Toksoplasmosis
Parasit Toxoplasma gondii dapat menyebar melalui kotoran kucing yang terinfeksi dan mencemari tanah atau makanan. Infeksi perlu mendapat perhatian khusus selama kehamilan karena dapat membahayakan janin.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



