Kisah Pengamen Senen: Dulu Diintai Kereta, Kini Nyaman di Huntara
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9343607/original/006314100_1788862530-0L5A0441.jpg)
Sekitar empat bulan tinggal di Huntara Senen, Ibu Seger mengaku belum dikenakan biaya sewa. Meski demikian, ia belum mengetahui apakah nantinya penghuni harus membayar setelah hunian tersebut diresmikan.
Untuk sementara, fasilitas yang tersedia cukup membantu kebutuhan sehari-harinya. Di dalam kamar terdapat dua kasur, lemari, dan kipas angin. Penghuni juga dapat menggunakan air bersih, dapur bersama, serta tempat mencuci pakaian.
"Alhamdulillah airnya bagus, bersih. Terus juga ada dapur bersama dan tempat buat nyuci baju. Saya senang saja tinggal di sini, alhamdulillah banget sudah dapat tempat seperti ini," ungkapnya.
Meski tempat tinggalnya kini lebih baik, persoalan ekonomi masih menjadi bagian dari keseharian Ibu Seger. Ia tetap mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sesekali, ia juga membantu anaknya berjualan gorengan.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Dreyandra Puteri Valzabilbina. Hak cipta artikel milik penerbit.



