Beda LIMS dan Pegasus: Menyadap Lewat Jaringan Operator dan Menginfeksi HP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1495795/original/032319900_1486086317-penya.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - LIMS dan Pegasus merupakan dua sistem pengawasan yang memiliki cara kerja berbeda.
LIMS memanfaatkan infrastruktur jaringan operator telekomunikasi untuk mengakses komunikasi, sedangkan Pegasus menginfeksi HP agar bisa mengambil informasi dari dalam perangkat.
Dikutip dari European Parliamentary Research Service, Rabu (4/11/2026), European Telecommunications Standards Institute (ETSI) mendefinisikan lawful interception sebagai proses ketika operator jaringan atau penyedia layanan mengumpulkan dan menyerahkan komunikasi yang diintersepsi kepada aparat penegak hukum.
LIMS merupakan singkatan dari Lawful Interception Management System, yakni sistem untuk mengelola proses intersepsi komunikasi melalui jaringan telekomunikasi. Teknologi ini menghubungkan kebutuhan aparat penegak hukum dengan infrastruktur operator.
Dalam penerapannya, LIMS tidak perlu dipasang sebagai aplikasi pada HP target. Sistem tersebut memanfaatkan fasilitas intersepsi yang tersedia di jaringan operator untuk mengumpulkan komunikasi berdasarkan otorisasi hukum.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Muhammad Yudha Pratama. Hak cipta artikel milik penerbit.



