Dolar Betah di Atas Rp18.100, BI Rate Bakal Naik? Ini Kata Bos BI

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan, desain suku bunga acuan BI Rate akan terus konsisten sesuai dengan perkembangan data-data perekonomian tanah air dan perkembangan global.
Meskipun Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00% dalam Federal Open Market Committee (FOMC) Oktober 2026, Rapat Dewan Gubernur BI pada November 2026 tak otomatis mengikuti.
"Data dependent, nanti kita lihat perkembangannya seperti apa. Karena kita punya kebijakan kan banyak ya instrumennya," kata Destry seusai menghadiri Pembukaan Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Selain itu, Destry memastikan, BI memiliki berbagai macam kebijakan moneter yang dapat diarahkan untuk merespons tekanan ekonomi yang tengah dialami domestik, seperti kurs rupiah yang telah melemah hingga ke level atas Rp18.100/US$.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737309/original/052660400_1410772785-HASHIM-DJOJOHADIKUSUMO-20140915-Johan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)