CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Ditolak Warga, Proyek Data Center Kini Terancam Bubar

Ditolak Warga, Proyek Data Center Kini Terancam Bubar
Foto: REUTERS/Vincent West

Jakarta, CNBC Indonesia - Penolakan masif masyarakat Amerika Serikat (AS) terhadap pembangunan pusat data (data center) raksasa akhirnya menemukan muaranya. Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela (mid-term) yang berhasil merebut kendali Kongres menjadi angin segar bagi warga yang selama ini menolak eksploitasi lingkungan dan lonjakan beban energi akibat ekspansi data center.

Sinyal berbaliknya arah kebijakan ini langsung memicu guncangan di bursa saham Wall Street, Rabu (4/11) waktu setempat. Saham para pengelola data center bertumbangan seiring antisipasi investor terhadap pengawasan ketat dari pemerintah.

Saham Applied Digital (APLD) dan CoreWeave (CRWV) masing-masing ambles 8,8% dan 9,5%. Tekanan paling parah menghantam Cipher Digital (CIFR) yang terperosok hingga 21%, dikutip dari Reuters, Kamis (5/11/2026).

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda