Bursa Asia Dibuka Variatif, Kospi Ambruk 2,33%

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Kamis (5/11/2026), setelah investor mencermati hasil pemilihan paruh waktu atau midterm election Amerika Serikat (AS) yang mendorong penguatan WallStreet. Melansir CNBC Internasional, pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh rotasi investasi dari saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta kekhawatiran terhadap prospek industri pusat data. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,49%, sementara indeks Topix melonjak lebih dari 2%. Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 2,33%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil dan berorientasi teknologi Kosdaq melemah 1,24%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1,39%. Pergerakan bursa Asia tersebut terjadi setelah investor di Wall Street merespons hasil pemilu sela AS yang menunjukkan Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat,sekaligus memenangkan sejumlah pemilihan gubernur.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Mentari Puspadini. Hak cipta artikel milik penerbit.



