Bukan Subsidi, Ini Strategi Mendag Jinakkan Harga Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521752/original/080779900_1772699319-1000252433.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengungkapkan bahwa penurunan produksi akibat faktor cuaca menjadi pemicu utama kenaikan harga cabai di sejumlah daerah. Guna menjaga stabilitas harga, pemerintah mengirimkan pasokan dari wilayah yang mengalami surplus ke daerah yang kekurangan stok.
Budi menjelaskan, sebagai langkah awal, pemerintah telah memobilisasi 7 ton cabai dari Jawa Timur menuju Halmahera. Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia (BI), dan pemerintah daerah setempat.
"Kita ngirim 7 ton ke Halmahera, karena Jawa Timur surplus cabai," ujar Budi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (3/11/2026).
Menurut Budi, dinamika cuaca belakangan ini berdampak langsung pada panen cabai rawit dan cabai merah keriting. Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan pasokan nasional sebenarnya masih mencukupi.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4521723/original/093449500_1690878545-20230801-BPS-Inflasi-Juli-Angga-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388880/original/066470500_1793687828-6289696760380725299.jpg)
