Bukan Satukan Semua Aplikasi, Komdigi Siapkan 'Jalan Tol' Data Pemerintah
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9385301/original/001032700_1793252552-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_12.37.56.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memiliki banyak aplikasi dan basis data untuk mendukung pelayanan publik. Namun, sistem yang digunakan berbagai kementerian dan lembaga belum sepenuhnya terhubung, sehingga pertukaran informasi masih menjadi tantangan.
“Kami (kementerian dan lembaga) tidak boleh banyak aplikasi tapi enggak saling ngobrol,” ujar Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Komdigi, Yessi Arnaz Ferari dalam acara Ngopi Bareng Komdigi, Kamis (29/10/2026) di Jakarta.
Ia menjelaskan, persoalan digitalisasi pemerintah bukan terletak pada kurangnya aplikasi, melainkan pada sistem yang masih berjalan secara sektoral. Akibatnya, pertukaran informasi antarlembaga belum berlangsung secara terpadu.
Menurut Yessi, solusi yang disiapkan bukan menggabungkan seluruh aplikasi menjadi satu sistem besar. Pemerintah justru ingin membangun ekosistem digital yang memungkinkan setiap instansi tetap mengelola layanan dan proses bisnisnya masing-masing.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Muhammad Yudha Pratama. Hak cipta artikel milik penerbit.



