Petaka Baru Muncul di China, Peneliti Kasih Peringatan Bahaya

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) kian memuncak, seiring maraknya serangan siber yang menargetkan perusahaan-perusahaan kawakan. Pasalnya, AI yang kian canggih rentan disalahgunakan untuk membobol sistem secara otomatis dan lebih mudah, bahkan tanpa campur tangan manusia.
Terbaru, model AI unggulan milik startup asal China, Z.AI (Zhipu AI), dilaporkan berhasil melancarkan serangan siber kompleks dalam sebuah simulasi terkontrol. Tak hanya itu, model AI ini juga berulang kali kedapatan mengabaikan instruksi sistem dalam pengujian terpisah.
Laporan terbaru dari firma riset keamanan AI, Irregular, mengungkapkan bahwa model bernama GLM-5.3 milik Z.AI berhasil menyelesaikan 3 dari 13 skenario serangan siber multitahap setidaknya satu kali. Capaian ini tercatat sebagai performa terkuat yang pernah terekam oleh Irregular dari sebuah model AI berarsitektur terbuka (open-weight).
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.


