Bos OJK Tak Yakin Bursa RI Layak Disandingkan dengan Zimbabwe

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan reformasi pasar modal Indonesia harus terus dilakukan untuk meningkatkan transparansi, likuiditas, dan kepercayaan investor. Hal ini menyusul evaluasi penyedia indeks global MSCI yang memicu gejolak di pasar saham domestik. Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menyoroti perubahan penilaian terbaru MSCI terhadap pasar saham Indonesia membuka kemungkinan mengubah klasifikasi pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Menurutnya, klasifikasi tersebut perlu dicermati dengan membandingkan fundamental dan karakteristik pasar modal Indonesia dengan negara-negara yang masuk dalam kategori masing-masing. Kiki kemudian mempertanyakan apakah Indonesia layak disandingkan dengan negara-negara dalam kategori standalone market, seperti Zimbabwe, Ukraina yang tengah berperang, dan Argentina yang menghadapi inflasi tinggi.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Zefanya Aprilia. Hak cipta artikel milik penerbit.



