Liputan6 Bacaan 1 menit

IHSG Rontok dan Emas Anjlok, Investor Diingatkan Pakai Uang Dingin

IHSG Rontok dan Emas Anjlok, Investor Diingatkan Pakai Uang Dingin
Pakar ekonomi Ibrahim Assuaibi dalam sesi talk show Traze Open House di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Di tengah koreksi harga saat ini, Ibrahim menilai emas tetap relevan sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang tangguh. Menurutnya, bank sentral di berbagai negara justru aktif memborong emas saat harganya sedang terkoreksi.

"Dari dulu orang membeli emas, sehingga instrumen ini tidak mengenal kata runtuh. Bank sentral global seperti Tiongkok dan India terus memindahkan dananya dari dolar AS ke emas saat harganya turun," ungkap Ibrahim.

Harga emas spot pada Kamis berada di kisaran US$ 4.039 per ons troi (sekitar Rp 73,1 juta dengan asumsi kurs Rp 18.110 per dolar AS). Sepanjang Oktober, harganya mencatatkan penurunan sekitar 2,5%.

Ibrahim mengaku sempat mengalami penurunan nilai (unrealized loss) hingga 20% pada portofolio logam mulia miliknya. Namun, ia tetap tenang karena berinvestasi menggunakan uang dingin.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Thurfah Mahira Ahnaf. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda