Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti buka suara merespons kekhawatiran nilai tukar rupiah yang disebut-sebut berpotensi menembus level Rp20.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Hashim Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengingatkan rupiah bisa melemah hingga ke kisaran Rp 20.000 - Rp 21.000 per dolar AS jika aliran modal asing terus keluar akibat polemik pasar modal di Indonesia.
Destry pun menegaskan, tugas utama BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, pergerakan mata uang Garuda tidak hanya ditentukan oleh kondisi domestik, melainkan juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali bank sentral.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.



