CNBC Indonesia Bacaan 1 menit

Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya

Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya
Foto: Pantauan harga pangan jelang Nataru di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyoroti harga cabai karena menyumbang kenaikan inflasi pangan. Dirinya menyebut hal ini menjadi tantangan dalam menjaga inflasi dalam rentang target 2,5+-1% atau 1,5%-3,5% pada tahun ini.

Seperti diketahui, BPS mencatat secara tahun ke tahun atau year on year, inflasi sebesar 3,28% dan secara secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 2,17% (year to date/ytd) atau masih dalam rentang target tersebut.

Akan tetapi di sisi lain, inflasi komponen harga bergejolak pada September 2026 mencapai 5,03% secara tahunan.

"Inflasi alhamdulillah masih terkendali, tapi memang ada tantangan, food inflation atau volatile food inflation, ini menjadi tantangan kita," ucap Destry saat Rapimnas KADIN, Jakarta pada Kamis (29/10/2026).

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda