Blue Tsunami! Bursa AS Hancur Rp 45.000 T Lenyap, Data Center Terancam

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, mengalami aksi jual besar-besaran pada perdagangan Kamis (5/11/2026) waktu setempat. Indeks teknologi Nasdaq terpuruk setelah kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu, yang diibaratkan dengan "blue tsunami", memicu kekhawatiran investor terhadap masa depan investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Istilah blue sendiri berarti warna biru yang menjadi identitas partai. Sementara tsunami merujuk gelombang kemenangan.
Nasdaq Composite anjlok 5,5%. Ini menjadi penurunan harian terdalam sejak peristiwa Liberation Day pada April 2025. Sementara itu, Nasdaq 100 yang berisi perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar merosot 6,4%. Koreksi tersebut menghapus sekitar US$2,5 triliun (sekitar Rp45.000 triliun) dari total nilai pasar Nasdaq 100.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh sef. Hak cipta artikel milik penerbit.



