Ekonom Danamon Ramal Rupiah Rp18.032/US$ di Akhir 2026

Sabang, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan menghadapi tekanan hingga penghujung 2026. Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan rupiah akan berada di level Rp18.032 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun ini.
Tekanan terhadap mata uang Garuda terutama berasal dari faktor eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi, meningkatnya risiko inflasi global, hingga tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury.
Irman menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor kejutan yang mengubah prospek ekonomi global sepanjang tahun ini. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran pada awal tahun telah mendorong harga minyak melonjak signifikan. Meskipun sempat terkoreksi, harganya masih bertahan di level tinggi.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.



