Berkaca dari Insiden BYD Atto 1, Pengemudi Mobil Listrik Harus Paham Hal Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381405/original/045925600_1792813886-Desain_Tanpa_Judul__22_.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD Atto 1, hingga melindas pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menjadi pengingat pentingnya pemahaman pengemudi terhadap karakteristik kendaraan dan prosedur keselamatan berkendara.
Selain kemampuan mengemudi, edukasi mengenai pengoperasian kendaraan juga dinilai perlu mendapat perhatian.
Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana menilai, masih ada pengemudi yang menganggap mengendarai mobil listrik sama seperti mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).
Padahal, terdapat perbedaan prosedur pengoperasian yang perlu dipahami sebelum kendaraan digunakan di jalan raya.
"Karena mereka kurang literasi, kemudian kurang edukasi. Sehingga mereka merasa bahwa naik mobil ICE dengan EV itu sama. Padahal SOP-nya berbeda," ujar Sony kepada Liputan6.com, memalui sambungan telepon, Rabu (28/10/2026).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arief Aszhari. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385298/original/034553300_1793252498-IMG_5223.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385132/original/015690200_1793241540-IMG_5078.jpeg)
