Bahlil Minta Pengusaha Nikel Tahan Produksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735030/original/079454200_1707114151-WhatsApp_Image_2024-02-05_at_13.18.34.jpeg)
Untuk mengendalikan suplai, Bahlil meminta Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatur produksi nikel melalui persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Menurut dia, kebijakan RKAB dapat menjadi instrumen untuk menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar. Bahlil juga menegaskan kesiapannya bertanggung jawab atas langkah pengendalian tersebut.
"Pak Dirjen, menurut saya, strategi untuk mengendalikan suplai dan demand lewat RKAB untuk di nikel, itu dilakukan, saya yang tanggung jawab. Untuk kebaikan bangsa dan negara enggak usah ragu-ragu," ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, pengendalian produksi diperlukan agar tingkat pasokan nikel sejalan dengan kebutuhan dunia. Dengan demikian, pengelolaan komoditas tambang tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi pasar dan keberlanjutan sumber daya.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arief Rahman H. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3917988/original/067865900_1643374741-20220128-Jelang_Libur_Imlek__Penumpang_KA_Jarak_Jauh_di_Stasiun_Pasar_Senen_Alami_Peningkatan-10.jpg)
