Bahlil Dorong Hilirisasi Nikel Fokus ke Produk Baterai EV
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387686/original/000829600_1793531037-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_17.16.40.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mulai mengarahkan investasi hilirisasi nikel ke tahap yang lebih maju, yakni fokus pada pembuatan produk akhir seperti baterai kendaraan listrik. Langkah ini mendorong pengembangan industri nasional agar tidak berhenti pada pembangunan smelter maupun pembuatan bahan setengah jadi semata.
Pengembangan industri lanjutan tersebut diproyeksikan mencakup penyediaan bahan baku baterai, sel baterai, hingga produk baja nirkarat jadi. Melalui pendalaman rantai industri ini, pemerintah bertekad memaksimalkan manfaat pengolahan nikel bagi penyerapan tenaga kerja sekaligus peningkatan kemampuan teknologi dalam negeri.
"Hilirisasi kita tidak boleh berhenti pada produk setengah jadi. Kita harus bergerak sampai menghasilkan produk akhir,termasuk baterai kendaraan listrik, agar nilai tambah, lapangan pekerjaan, dan penguasaan teknologi benar-benar berada di Indonesia," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.



