33 Negara Kumpulkan Pangan Darurat, Bagaimana Nasib Indonesia?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385169/original/013551600_1793244576-email-attachment_2026_10_29_ariefhakim-at-klyid_amran-sulaiman-copot-delapan-pegawai-bapanas-bulog-buntut-kasus-beras-sphp-oplosan_1000489659.jpg)
Fenomena kesiapsiagaan menghadapi krisis kini menjadi sorotan utama banyak negara. Sebanyak 33 negara telah menerbitkan panduan agar warganya menyimpan pasokan kebutuhan dasar di rumah. mulai dari makanan tahan lama, air bersih, hingga obat-obatan, minimal untuk 72 jam.
Negara-negara maju seperti Inggris dan Jepang termasuk yang gencar mengumandangkan imbauan tersebut. Pemerintah Inggris meminta setiap rumah tangga bersiap dengan stok bahan pokok untuk sedikitnya tiga hari. Sementara itu, Jepang mengimbau warganya menyimpan pasokan untuk kebutuhan tiga hari hingga satu minggu.
Langkah preventif global ini diambil guna mengantisipasi eskalasi risiko, mulai dari konflik antarnegara, bencana alam,cuaca ekstrem, ancaman siber pada infrastruktur, hingga tersendatnya jalur distribusi pangan dunia.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387686/original/000829600_1793531037-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_17.16.40.jpeg)