60% Impor Minyak dari Timur Tengah, ASEAN Perlu Perkuat Ketahanan Energi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391911/original/084642000_1793955916-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_15.10.06.jpeg)
Selain pasokan, kesiapan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi. Sri Konsep memaparkan sekitar 86%kapasitas pengolahan minyak atau kilang di ASEAN terkonsentrasi di Indonesia, Thailand, Singapura, dan Malaysia.
Namun, besarnya kapasitas penyimpanan atau pengolahan belum tentu menjamin ketersediaan pasokan saat terjadi keadaan darurat. Sebab, minyak mentah pengganti harus sesuai dengan kebutuhan kilang, sementara akses tangki, pelabuhan, dan jalur distribusi juga harus tersedia.
"Kapasitas tangki atau kilang yang tercatat tidak sama dengan pasokan darurat yang benar-benar dapat digunakan," kata Sri Konsep.
Ia menjelaskan, negara-negara ASEAN perlu memastikan cadangan energi dapat diakses dan didistribusikan ketika dibutuhkan. Hal tersebut mencakup kejelasan kepemilikan stok, pembiayaan penyimpanan, pihak yang berwenang mengaktifkan pelepasan cadangan, hingga proses pengiriman dan pengisian kembali persediaan.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Dreyandra Puteri Valzabilbina. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392023/original/010077500_1793965740-email-attachment_2026_11_06_pramita-tristiawati_menko-ahy-pembangunan-underpass-bitung-sudah-707-persen-awal-tahun-bisa-digunakan_IMG-20261106-WA0016__1_.jpg)
