CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Surplus Dagang RI Diramal Susut di September, Minyak Jadi Beban

Surplus Dagang RI Diramal Susut di September, Minyak Jadi Beban

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan ekonom memproyeksikan nilai neraca perdagangan Indonesia akan tetap mencatatkan surplus pada September 2026. Namun, nilainya turun signifikan dibandingkan dengan US$3,55 miliar pada Agustus 2026. Hal ini utamanya dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak yang mengerek nilai impor Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sekitar US$1,79 miliar pada September 2026. Namun, angkanya menyempit cukup signifikan dibandingkan surplus US$3,55 miliar dolar AS pada Agustus 2026.

Dia memandang penurunan surplus terutama disebabkan oleh pertumbuhan impor yang diperkirakan jauh lebih cepat dibandingkan ekspor. Ekspor diproyeksikan tumbuh 9,39% secara tahunan pada September 2026, meningkat dari 6,72% pada Agustus 2026.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Dovana Hasiana. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda