Soal Impor 30 Juta Barel Minyak UEA, Bahlil: Masih Penjajakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381638/original/054687100_1792842963-WhatsApp_Image_2026-10-24_at_18.52.44.jpeg)
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pertimbangan pemerintah dalam mengimpor minyak mentah dari luar negeri. Menurutnya, harga jual yang lebih murah menjadi salah satu aspek pertimbangan utama.
Bahlil menegaskan tidak condong ke negara produsen minyak tertentu saja. Selain ketersediaan pasokan, aspek keekonomian menjadi perhatian serius pemerintah.
“Pemerintah Indonesia akan selalu berpikir dan bertindak hati-hati dengan memprioritaskan asas keekonomian. Artinya, ketersediaan barang itu penting, tetapi nilainya juga harus ekonomis,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (18/9/2026).
Indonesia masih perlu mengimpor minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari. Seiring besarnya kebutuhan tersebut, Bahlil tidak ingin impor minyak justru menambah beban APBN.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351275/original/068623800_1789651182-IMG_8561.jpg)