CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI
Foto: Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait derasnya dana asing yang keluar dari pasar modal RI. Meskipun demikian, Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, bursa saham Tanah Air masih menunjukkan ketahanan atau resiliensi.

Iding mengakui arus dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia masih menjadi tantangan bagi industri pasar modal. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan investor yang masih perlu diperkuat. "Adapun foreign outflow yang masih terjadi antara lain merupakan cerminan kepercayaannya investor yang masih menjadi tantangan. Itu yang menjadi fokus dan PR reformasi pasar modal yang kami lakukan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/10/2026). Iding menjabarkan, sejumlah indikator yang menunjukkan ketahanan pasar saham Indonesia dapat terihat dari aspek lain. Menurutnya, resiliensi pasar modal tidak hanya diukur dari pergerakan arus dana asing, tetapi juga dari sejumlah indikator lain, mulai dari kelancaran operasional bursa, pertumbuhan likuiditas transaksi, kondisi permodalan dan likuiditas Anggota Bursa (AB), hingga kinerja fundamental emiten dan pertumbuhan jumlah investor. "Resiliensi pasar antara lain juga dilihat dari operasional yang berjalan dengan baik, likuiditas transaksi yang masih tumbuh, permodalan dan likuiditas AB masih terjaga, fundamental emiten mayoritas masih baik dan tumbuh, jumlah investor juga tumbuh,"

Iding melanjutkan lebih jauh, di tengah berbagai masukan dari pelaku pasar dan pemangku kepentingan terkait arah reformasi pasar modal, BEI selaku regulator pasar mod menghargai pandangan yang disampaikan berbagai pihak. Menurutnya, masukan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap upaya memperbaiki kondisi pasar modal Indonesia. "Pada prinsipnya kami menghargai dan menerima masukan dari semua pihak, yang pada dasarnya tentu bentuk perhatian dan untuk kebaikan pasar modal," ucapnya. Selain itu, BEI juga terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah. "BEI selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk DPR dan pihak pemerintah," imbuhnya. Sementara itu, terkait penegakan hukum terhadap pelaku industri pasar modal, Iding menekankan pentingnya penerapan sanksi yang mampu memberikan efek jera (deterrent effect). Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan perhatian yang disampaikan MSCI terhadap penguatan kredibilitas dan tata kelola pasar modal Indonesia. Iding menegaskan, penegakan hukum tidak seharusnya membuat investor yang beritikad baik menjadi khawatir untuk berinvestasi.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Romys Binekasri. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda