Skenario Terburuk Bank Dunia: Minyak Sentuh US$ 105 per Barel pada 2027
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452614/original/031841000_1766410968-WhatsApp_Image_2025-12-22_at_19.29.00__1_.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Laporan Commodity Markets Outlook terbaru dari Bank Dunia membawa kabar kurang baik. Harga komoditas global diperkirakan melonjak hingga 23% sepanjang tahun 2026. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang menguras stok minyak, gangguan pengiriman pangan, hingga ancaman fenomena iklim El Nino menjadi pemicu utama rapuhnya rantai pasok dunia saat ini.
Guncangan ini diprediksi melambungkan harga energi hingga 32% pada 2026, sekaligus menghentikan tren penurunan harga yang sempat terjadi selama tiga tahun terakhir. Minyak mentah jenis Brent diproyeksikan rata-rata menyentuh US$ 91 per barel pada 2026, naik tajam dari US$ 69 per barel pada 2025 sebelum perlahan mereda ke level US$ 79 per barel pada 2027.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.



