Sempat Dicibir Gila, Eks Pengungsi Malah Cetak Kekayaan Rp 235 Triliun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392046/original/072829300_1793968316-David_Ve__lez._Cr__dito_Reprodu____o.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Suara sirene dan mencekamnya bentrokan kartel narkoba di Medellín, Kolombia, pernah menjadi 'lagu pengantar tidur' masa kecil David Velez. Saat anak-anak seusianya bermain tanpa beban, Velez kecil justru harus memeluk ketakutan di tengah runtuhnya stabilitas ekonomi negaranya.
Tak ada pilihan lain, pada usia sembilan tahun, ia diboyong keluarganya angkat kaki mengungsi ke Costa Rica demi menyambung hidup dan merajut harapan baru di tanah perantauan.
Dikutip dari laporan BBC, Sabtu (7/11/2026), hidup jauh dari tanah kelahiran menempa Velez menjadi pribadi yang tangguh. Sejak usia remaja, ia tak gengsi melakoni beragam pekerjaan serabutan demi membiayai studi dan mandiri secara finansial. Gemblengan keras itu berbuah manis ketika ia berhasil menembus jurusan Teknik Mesin di Stanford University.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.



