CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Pemerintah Minta Siaga Darurat, Warga Kota Ini Seperti Tak Peduli

Pemerintah Minta Siaga Darurat, Warga Kota Ini Seperti Tak Peduli
Foto: Deretan lemari pembeku kosong di sebuah toko yang mengalami gangguan akibat serangan siber—yang menyebabkan sejumlah lemari pembekunya tidak berfungsi—di Stockholm, Swedia, 2 November 2026. (REUTERS/Marie Mannes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris mengimbau masyarakat menyiapkan persediaan makanan, air, dan kebutuhan pokok untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Namun, data terbaru menunjukkan warga London menjadi kelompok yang paling tidak siap, sementara penduduk Skotlandia justru paling patuh menjalankan imbauan tersebut.

Kampanye pemerintah bertajuk Be Ready mendorong setiap rumah tangga memiliki persediaan yang cukup untuk bertahan selama tiga hari. Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi berbagai risiko, mulai dari kelangkaan pangan, pemadaman listrik, banjir, hingga gangguan besar akibat serangan siber.

Berdasarkan data H Advisors, sebanyak 33% penduduk London mengaku belum melakukan persiapan apa pun untuk menghadapi keadaan darurat. Hanya 37% yang memiliki persediaan makanan kaleng di rumah, sementara kepemilikan radio analog hanya mencapai 9% dan kompor portabel sebesar 16%.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Thea Arbar. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda