Satelit NASA Hancur Lebur Jatuh ke Bumi, Astronom Berduka

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu satelit observatorium luar angkasa legendaris NASA, Neil Gehrels Swift Observatory, bersiap mengakhiri perjalanannya secara dramatis. Setelah hampir 22 tahun mengorbit dan mengukir berbagai penemuan monumental, wahana antariksa ini diproyeksikan akan jatuh dan terbakar di atmosfer Bumi pekan depan akibat kegagalan misi penyelamatan.
Upaya pendorongan orbit (orbit boost) yang diluncurkan pada Juli lalu berakhir gagal setelah wahana penyelamat kehilangan kendali dan berputar tanpa arah sebelum mencapai sasaran. Dampaknya, Swift meluncur kian rendah hingga tak lagi mampu mengunci target pengamatan astronomisnya.
Pekan lalu, Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) secara resmi mematikan seluruh operasional sains Swift. Sejumlah peneliti memperkirakan observatorium ini akan menembus atmosfer Bumi pada 2 November, dengan mayoritas badannya terbakar habis dan menyisakan sedikit puing yang jatuh ke lautan.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.



