Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Garuda akhirnya bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Kamis (29/10/2026), setelah terus tertekan dalam beberapa hari terakhir hingga mencetak rekor penutupan terlemah sepanjang masa pada perdagangan sebelumnya.
Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup pada level Rp18.125/US$, menguat 0,28% dibandingkan dengan penutupan Rabu (28/10/2026) yang berada di posisi Rp18.175/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,01% ke posisi 102,188.
Penguatan rupiah berlangsung di tengah pelemahan tipis dolar AS setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,75%-4,00%. Meski demikian, perhatian pasar kini beralih ke sejumlah data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis malam ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Elaine Tairio. Hak cipta artikel milik penerbit.



