Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kian tertekan hingga mendekati level Rp18.200 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam dua hari terakhir. Tekanan terhadap mata uang Garuda diperkirakan masih berlanjut, bahkan berisiko membawa rupiah ke kisaran Rp18.800-Rp18.900 per dolar AS jika gejolak global memburuk dan arus modal asing semakin tertekan.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Dalam dua hingga empat minggu ke depan, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp18.050-Rp18.350 per dolar AS.
Menurut Josua, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk peluang bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga pada Desember.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737309/original/052660400_1410772785-HASHIM-DJOJOHADIKUSUMO-20140915-Johan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
