Rupiah Dibuka Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga, Simak Prediksinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (29/10/2026). Penguatan rupiah terjadi setelah bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter berikutnya.
Rupiah dibuka menguat 43 poin atau 0,24 persen ke level 18.141 per dolar AS. Posisi tersebut lebih kuat dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 18.184 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, pergerakan rupiah pada Kamis dipengaruhi keputusan The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Oktober 2026.
“Pada FOMC (Federal Open Market Committee) Oktober 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 3,75–4,00 persen, sesuai dengan ekspektasi konsensus,” ucap Josua dikutip Antara.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385184/original/052993000_1793245102-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_09.29.35__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385173/original/006893200_1793244593-email-attachment_2026_10_29_ariefhakim-at-klyid_amran-sulaiman-copot-delapan-pegawai-bapanas-bulog-buntut-kasus-beras-sphp-oplosan_1000489660.jpg)
