Salam Tiga Jari: Dari THE HUNGER GAMES ke Pesan Perjuangan di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385219/original/091216200_1793246759-2b74fab1-f0bd-49ed-9b82-0c49ac93d389_1920x1080.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Salam tiga jari mewarnai unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Pada hari yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu, massa yang dipelopori BEM Universitas Indonesia (UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) mengangkat tiga jari ke udara sambil menyanyikan lagu perjuangan dan membentangkan spanduk.
Salam tiga jari atau three-finger salute adalah gestur mengangkat jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis dengan telapak menghadap ke depan, sementara ibu jari menahan kelingking. Gestur ini dipopulerkan dari fiksi distopia THE HUNGER GAMES yang kemudian digunakan di beberapa negara menjadi simbol perlawanan pro demokrasi. Salam ini kemudian dipakai beberapa selebritis Indonesia untuk menyuarakan opini, baik dengan turun langsung maupun lewat media sosial.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Mahardi Eka Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4114704/original/043368100_1659765586-Putri_Ayudya_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384442/original/025984200_1793170754-IMG_1285.jpg)