Liputan6 Bacaan 2 menit

Defisit Migas Tembus US$ 21,29 Miliar, Produksi Domestik Jadi Kunci Tekan Impor

Defisit Migas Tembus US$ 21,29 Miliar, Produksi Domestik Jadi Kunci Tekan Impor
Ilustrasi tambang migas. Kinerja industri hulu migas nasional dinilai masih memiliki peran strategis dalam mengatasi defisit perdagangan minyak dan gas (migas). (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Kinerja industri hulu migas nasional dinilai masih memiliki peran strategis dalam mengatasi defisit perdagangan minyak dan gas (migas). Berdasarkan data BPS, defisit kumulatif perdagangan migas selama 2021–2025 mencapai US$ 97,96 miliar atau hampir US$ 20 miliar per tahun.

Pada Januari–Agustus 2026, defisit tercatat US$ 21,29 miliar, sekitar 75 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah melampaui defisit sepanjang 2025.

Defisit tersebut utamanya disebabkan oleh impor minyak untuk menutup kekurangan pasokan domestik sekitar 1,0–1,2 juta BOPD. Meningkatnya defisit perdagangan migas berpotensi memberikan tekanan terhadap transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah.

Kebutuhan valuta asing untuk impor migas dapat melemahkan rupiah, mendorong inflasi, dan memicu kenaikan suku bunga.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Nurmayanti. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda