Rupiah Bisa Tembus 19.000 per Dolar AS Akhir 2026, Energi Jadi Biang Kerok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385859/original/090588400_1793274189-6276189552091271838.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga menembus level Rp 19.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir 2026.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, pemicu utama kejatuhan mata uang Garuda berasal dari sektor energi yang membengkak.
Ibrahim menepis anggapan bahwa proyeksi tersebut sekadar menakut-nakuti pasar, melainkan didasarkan pada perhitungan matematis yang terukur.
"Saya bukan menakut-nakuti, ini fakta. Kebutuhan dolar AS kita sangat tinggi," ujar Ibrahim dalam talk show Traze Open House di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mematok asumsi harga minyak mentah sebesar US$ 70 per barel serta kurs Rp 16.500 pr dolar AS. Namun, harga minyak dunia saat ini telah melonjak hingga menyentuh US$ 101 per barel.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Thurfah Mahira Ahnaf. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385885/original/058201700_1793276762-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_19.02.32.jpeg)

