CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Harga Runtuh! Dunia Masih Kebanjiran Suplai Nikel Sampai 750.000 Ton

Harga Runtuh! Dunia Masih Kebanjiran Suplai Nikel Sampai 750.000 Ton
Foto: Ilustrasi Nikel (Dok Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan logam nikel dunia saat ini tengah mengalami kelebihan pasokan, membuat harga logam nikel di pasar global pun jatuh.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Tri Winarno mengatakan pasokan logam nikel di bursa global London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exchange (SHFE) masih berlebih, bahkan kelebihannya mencapai 750.000 ton, sehingga menyebabkan harga logam nikel jatuh ke level US$15.000-an per ton. Oleh karena itu, perlu ada upaya antisipasi agar pasokan nikel di Indonesia tidak menambah pasokan nikel global dan memperburuk harga.

000 ton, ini mesti kita exercise, jangan sampai nanti produksi kita malah jadi menambah lagi over-nya itu," kata Tri saat ditemui wartawan di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Chandra Dwi Pranata. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda